Al Ijarah disebut akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa/upah, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri.

Maksud “manfaat” adalah berguna, yaitu barang yang mempunyai banyak manfaat dan selama menggunakannya barang tersebut tidak mengalami  perubahan atau musnah. Manfaat yang diambil tidak berbentuk zatnya melainkan sifatnya dan dibayar sewa, misalnya, rumah yang dikontrakkan/disewa mobil disewa untuk perjalanan.

Tujuan :

  • fasilitas kepada nasabah yang membutuhkan manfaat atas barang atau jasa dengan pembayaran tangguh.

Obyek Wisata :

  • Properti
  • Alat Transportasi
  • Alat-alat Berat
  • Multi Jasa (pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan kepariwisataan dan lain-lain)
  • Dan lain-lain.

Pemilik Sewa (Bank) :

  • Bank wajib menyediakan barang sewa, menjamin pemenuhan kualitas dan kuantitas barang sewa serta ketepatan waktu penyediaan barang sewa sesuai kesepakatan.
  • Bank dapat mewakilkan kepada nasabah untuk mencarikan barang yang akan disewa oleh nasabah.

Penyewa (nasabah) :

  • Nasabah dilarang menyewakan kembali barang yang disewanya
  • Nasabah wajib menjaga keutuhan barang sewa
  • Nasabah tidak bertanggung jawab atas kerusakan barang sewa yang terjadi bukan karena bukan pelanggaran perjanjian atau kelalaian nasabah.

Jangka Waktu Pembiyaan :

  • Modal kerja : Max. 4 Tahun (48 Bulan).
  • Investasi      : Max. 5 Tahun (60 Bulan).
  • Konsumtif    : Max. 5 Tahun (60 Bulan).

Persyaratan :

  • Permohonan Pembiayaan
  • Foto copy KTP suami dan istri
  • Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  • Foto copy Surat Nikah (apabila sudah menikah)
  • Jaminan / Agunan milik pemohon dengan bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah beserta SPPT terakhir atau Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) beserta STNK (copy)
  • Obyek yang Sewa (tempat)

skema penyaluran dana ijarah

 



Powered by Rorizora's House!.