Prinsip pembiayaan usaha dengan sistem bagi hasil atas pendapatan / keuntungan yang diperoleh dari usaha bersama dengan sharing dana modal (kemitraan) antara nasabah dengan Bank. Pembagian keuntungan (bagi hasil) sesuai dengan porsi modal dan nisbah yang telah disepakati

 

Teknis Perbankan :

Akad Mudharabah adalah akad kerjasama antara bank selaku pemilik dana (shahib al maal) dengan Nasabah selaku Mudharib yang mempunyai keahlian atau ketrampilan untuk mengelola suatu usaha yang produktif dan halal. Hasil keuntungan dari penggunaan dana tersebut dibagi bersama berdasarkan nisbah yang disepakati.

Rukun Mudharabah

  • Shahibul Maal (pemilik modal)
  • Mudharib (pelaksana/usahawan)
  • Modal (Maal)
  • Kerja/Usaha

Implementasi :

1. Maksud

Bank bertindak sebagai shahibul maal yang menyediakan dana secara penuh, dan nasabah bertindak sebagai mudharib                               yang mengelola dana dalam kegiatan usaha.

2. Modal

  • Pembiayaan diberikan dalam bentuk tunai dan/atau barang
  • dalam hal pembiayaan diberikan dalam bentuk tunai harus dinyatakan jumlahnya.
  • Dalam hal pembiayaan diberikan dalam bentuk barang, maka barang yang diserahkan harus dinilai berdasarkan harga perolehan atau harga pasar wajar.
  • Modal hanya diberikan untuk tujuan usaha yang sudah jelas dan disepakati bersama.
  • Modal dapat  diserahkan secara penuh atau bertahap.
  • Apabila modal diserahkan secara bertahap maka harus jelas tahapannya dan disepakati bersama.

3. Pengakuan Pendapatan

  • Pembagian keuntungan dilakukan dengan metode bagi untung dan rugi (profit and loss sharing) atau metode bagi pendapatan (revenue sharing)
  • Pembagian keuntungan dari pengelolaan dana dinyatakan dalam bentuk nisbah yang disepakati.
  • Nisbah bagi hasil yang disepakati tidak dapat diubah sepanjang jangka waktu investasi, kecuali atas dasar kesepakatan para pihak dan tidak berlaku surut.
  • Nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara berjenjang (tiering) yang besarnya berbeda-beda berdasarkan kesepakatan pada awal akad.
  • Pembagian keuntungan berdasarkan hasil usaha dari mudharib sesuai dengan laporan hasil usaha dari usaha mudharib.
  • Pengelola dana membayarkan bagian keuntungan yang menjadi hak bank secara berkala sesuai dengan periode yang disepakati.
  • Dalam hal terjadi kerugian dalam usaha, bank sebagai pemilik dana akan menanggung semua  kerugian sepanjang kerugian tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan pengelola dana.
  • Bila terjadi kegagalan usaha (rugi)  yang diakibatkan oleh kelalaian pengelola dana, maka kerugian tersebut harus ditanggung oleh pengelola dana.

4. Pengawasan

  • Bank berhak melakukan pengawasan terhadap usaha nasabah.
  • Bank tidak berhak membatasi tindakan pengelola dana dalam menjalankan usahanya, kecuali sebatas perjanjian (usaha yang telah ditetapkan) atau yang menyimpang dari aturan syariah.

5. Pengembalian Modal

  • Untuk pembiayaan dengan jangka waktu sampai dengan satu tahun,  pengembalian modal dapat dilakukan pada akhir periode akad atau dilakukan secara angsuran berdasarkan aliran kas masuk (cash in flow) dari usaha nasabah.
  • Untuk pembiayaan dengan jangka waktu lebih dari satu tahun, pengembalian dilakukan secara angsuran berdasarkan aliran kas masuk (cash in flow) dari usaha nasabah.

6. Jaminan

Untuk mengantisipasi risiko akibat kelalaian atau kecurangan, bank dapat meminta jaminan atau agunan dari nasabah.

 

Teknis Perbankan penyaluran dana Mudharabah

penyaluran dana mudharabah

*Untuk lebih lengkap silahkan download file pdf.*

 



Powered by Rorizora's House!.