Prinsip pembiayaan usaha dengan sistem bagi hasil atas pendapatan / keuntungan yang diperoleh dari usaha bersama dengan sharing dana modal (kemitraan) antara nasabah dengan Bank. Pembagian keuntungan (bagi hasil) sesuai dengan porsi modal dan nisbah yang telah disepakati.

Teknis Perbankan :

I. Tujuan

Akad musyarakah digunakan oleh bank untuk memfasilitasi pemenuhan sebagian kebutuhan permodalan nasabah guna menjalankan usaha atau proyek yang disepakati. Nasabah bertindak sebagai pengelola usaha dan bank sebagai mitra dapat sebagai pengelola usaha sesuai dengan kesepakatan.

II. Modal Harta

  • Penyaluran dana musyarakah dapat diberikan dalam bentuk tunai dan atau barang
  • Dalam hal pembiayaan dalam bentuk barang, maka barang yang diserahkan harus dinilai secara tunai berdasarkan kesepakatan.

III. Bagi Hasil

  • Pembagaian keuntungan dari pemakaian dana dinyatakan dalam bentuk nisbah
  • Nisbah bagi hasil yang disepakati tidak dapat diubah sepanjang jangka waktu investasi kecuali atas dasar kesepakatan para pihak
  • Nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara berjenjang (tiering) yang besarnya berbeda-beda berdasarkan kesepakatan.
  • Pembagian keuntungan dapat dilakukan dengan cara bagi untung atau rugi (profit and loss sharing) atau bagi pendapatan (revenue sharing)
  • Pembagian keuntungan berdasarkan hasil usaha sesuai dengan laporan keuangan nasabah.

IV. Kerugian

  • Bank dan nasabah menanggung kerugian secara proporsional sesuai modal masing-masing
  • Dalam hal terjadi kerugian karena kecurangan, kelalaian atau menyalahi perjanjian maka kerugian tersebut ditanggung oleh pihak yang melakukan hal tersebut.

V. Jaminan

  • Untuk mengantisipasi risiko akibat kelalaian atau kecurangan, bank dapat meminta jaminan atau agunan dari nasabah.

VI. Pengawasan

  • Bank dapat melakukan pengawasan usaha nasabah sesuai dengan kesepakatan.

VII. Pengembalian Modal

  • Pengembalian modal dapat dilakukan pada akhir periode akad atau dilakukan secara angsuran berdasarkan aliran kas masuk (cash in flow) dari usaha nasabah.

Jangka Waktu Pembiayaan :

  • Modal Kerja : Max. 4 Tahun (48 Bulan).
  • Investasi       : Max. 5 Tahun (60 Bulan)

Persyaratan:

  • Permohonan Pembiayaan
  • Foto copy KTP suami dan istri
  • Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  • Foto copy Surat Nikah (apabila sudah menikah)
  • Jaminan / Agunan milik pemohon dengan bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah beserta SPPT terakhir atau Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) beserta STNK (copy)
  • Proyeksi Usaha (jenis usaha dan laporan keuangan)

Penyaluran Dana Musyarakah

skema dana penyaluran musyarakah

*download lucu pdf*

 



Powered by Rorizora's House!.