Teknis Perbankan

Penabung sebagai pemilik dana(shahibul maal) menyerahkan dana kepada bank sebagai pengelola dana(mudharib) untuk memperoleh hasil, dengan pembagian hasil usaha sesuai porsi yang disepakati pada saat awal akad.

 

Ketentuan Tabungan Mudharabah

  1. Dalam mengaplikasikan prinsip mudharabah ini, penyimpan atau nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan manegmbangkannya (murabahah, ijarah, dan lainnya), termasuk di dalmnya mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal(dana) harus dinyatakn dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakn dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akda pembukaan rekening.
Syarat dan Kelengkapan Dokumen
  1. Tabungan hanya dilakukan dalam rupiah.
  2. Penabung adalah nasabah perorangan.
  3. Jumlah setoran pertama sebesar Rp. 100.000,- dan setoran berikutnya minimal sebesar Rp. 50.000,-
  4. Dikenakan pajak penghasilan atas “bagi hasil dengan saldo setara atau diatas Rp. 7.500.000,-.
  5. Media penarikan dana dengan slip penarikan tabungan.
  6. Tidak boleh ditarik kecuali untuk biaya pendaftaran haji (Seskohat).
Keuntungan bagi nasabah
  1. Nasabah mendapat bagi hasil/keuntungan sesuai dengan nisbah yang disepakati.
  2. Dapat digunakan sebagai jaminan dan referensi bank.
  3. Jika penarikan dikuasakan, harus dilampiri surat kuasa bermaterai cukup.
  4. Nasabah menerima buku tabungan sebagai bukti tabungan.
  5. Bank membenatu penyetoran haji melalui Seskohat.

 

 



Powered by Rorizora's House!.